| 0 comments ]

Sosialisasi Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku), telah dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Dit. Bindikkel) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas). Tujuannya adalah untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak.

Tujuan gerakan ini adalah untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka. Mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini, demikian seperti diungkapkan Sukiman selaku Direktur Dit.Bindikkel Ditjen PAUD & Dikmas.

Salah satu acara sosialisasi telah dilaksanakan oleh Himpaudi yang bekerjasama dengan Trans Studio Bandung dengan tema 'Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku PAUD' di Trans Studio Bandung, Senin dan Selasa tanggal 27 dan 28 Februari 2018.

Pada acara tersebut semua peserta yang terdiri dari “Bunda PAUD” dari seluruh Provinsi hingga desa di Indonesia, Pendidik dan Tenaga Pendidikan PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Serta para penggiat PAUD hingga berjumlah 4.000 orang lebih, hadir menggunakan biaya sendiri.

Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis Jadwal Gernas Baku atau Gerakan Orang-tua Membacakan Buku di Satuan PAUD/Komunitas, pada tanggal 5 Mei 2018. Dengan Panduan sebagai berikut :

  1. Acara 1 | Penyambutan
  2. Acara 2 | Mempersilahkan orang tua dan anak memasuki ruang kelas
  3. Acara 3 | Doa Bersama
  4. Acara 4 | Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
  5. Acara 5 | Penjelasan oleh Guru Tentang Kegiatan yang Akan Dilakukan
  6. Acara 6 | Gerak dan Lagu
  7. Acara 7 | Pelaksanaan Membaca Buku dan Diskusi dengan Anak
  8. Acara 8 | Penguatan oleh Guru Pemandu

Para guru dan orang-tua siswa, harus memahami arti dan tujuan dari Gernas Baku ini yang bisa dipelajari dari gambar resmi dari Kemdikbud berikut ini:


Dengan adanya Gernas Buku, para orang tua lebih sering meluangkan waktunya untuk membacakan buku bagi anak mereka dan memiliki peran dilembaga PAUD, sehingga kedepannya terbentuk perpustakaan di lembaga-lembaga PAUD yang dikelola oleh paguyuban orang tua.

Demikian penjelasan dari kami mengenai Panduan atau Pedoman Pelaksanaan Gerakan Orang-tua Membacakan Buku (Gernas Baku). Semoga bermanfaat!


Para penulis :
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat


Read More...

| 0 comments ]

Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tanah Air. Upaya memacu kualitas terutama di sektor pengajar. Dirjen PAUD Kementerian Pendidikandan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Harris Iskandar menjelaskan, pihaknya masih merancang program pelatihan. Lulusan SMA menjadi target utama.

Selain itu, di sektor lainnya pada tahun 2019, Kemendikbud dipastikan akan menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini sesuai dengan lahirnya UU no 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, terutama akses layanan dasar terkait pendidikan sesuai pasal 5 ayat 3 bahwa kewajiban pemerintah daerah kabupaten/kota untuk memberikan layanan pendidikan anak usia dini.

Menurut Direktur Pembinaan PAUD Ella Yulaelawati menegaskan bahwa DAK fisik itu tergantung keseriusan pemerintah daerah dalam mendata dan mengelola PAUD di daerahnya masing-masing. Maka, Ella meminta agar pemerintah daerah mulai pendataan dengan tenggat waktu April 2018 karena diperkirakan akan memakan waktu yang lama.

Menurut keterangan Bu Ella, bahwa prosesnya dinas pendidikan mengajukan rencana dan data ke BAPPEDA lalu masuk secara online di BAPPENAS. Maka segeralah Dinas, pengelolaan keuangan dan aset daerah untuk membuat dan mengumpulkan data untuk mendapatkan alokasi DAK fisik tahun 2019 nanti. Namun jangan lupa juga bereskan administrasi untuk mendapatkan DAK nonfisik tahun ini.

Sebagaimana diketahui untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bermutu, serta untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini yang adil dan lebih bermutu, pemerintah mengalokasikan dana bantuan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini untuk penyelenggaraan PAUD berkualitas. Berdasarkan data, PAUD yang dikelola pemerintah daerah sebanyak 8.000 lembaga, sementara dikelola masyarakat lebih tinggi mencapai dua ratus ribu lebih.

Dalam rangka Gerakan Nasional PAUD berkualitas tersebut, kata Ella, pemerintah perlu memberikan dukungan dengan menyediakan berbagai bantuan PAUD seperti Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, Bantuan Penyelenggaraan PAUD Baru, Bantuan Sarana Pembelajaran PAUD, Unit Gedung Baru (UGB) PAUD, Ruang Kelas Baru (RKB) PAUD, Rehabilitasi/Renovasi Gedung PAUD, dan lain-lain kepada lembaga atau satuan PAUD yang diselenggarakan oleh masyarakat, yayasan/organisasi, pemerintah Daerah, badan keagamaan, dan Satuan Pendidikan Non formal lainnya seperti PKBM, SKB.

Pada tahun 2018 ini, pemerintah memberikan DAK nonfisik bagi PAUD sebesar Rp4,070 triliun. Anggaran itu meningkat dari tahun sebelumnya, pada tahun 2017 sebesar Rp3,58 triliun. Diperuntukkan 6.78 juta anak sebesar Rp600 ribu per anak, PAUD Inklusi sebanyak 13.200 anak, pengembangan mutu lembaga untuk 12.459 lembaga PAUD, peningkatan mutu SDM sebanyak 11.398 orang, serta penataan kelembagaan dan kemitraan.

Menurut Ella, prinsip pemanfaatan DAK Non fisik BOP PAUD itu harus tepat sasaran dalam mendukung operasional penyelenggaraan PAUD secara efektif dan efisien. Juga yang terpenting, kata Ella, dapat dipertanggungjawabkan dan dikelola secara tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu, serta terhindar dari penyimpangan.

Berdasarkan data Kemendikbud, pada tahun 2017-2018 angka partisipasi kasar (APK) anak usia dini mencapai 74,28 persen naik 2,8 persen dari 72,38 persen tahun lalu, desa memiliki PAUD sebanyak 78% dari total 80.476 desa yang ada di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah lembaga PAUD seluruh Indonesia 228.140, peserta didik 5.694.388 naik 21,2 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai 4.698.245. Lembaga PAUD terakreditasi 22.991 naik 59,74 persen dari tahun lalu yang mencapai 14.392.

Namun satu hal patut dicatat, sesuai keterangan dari Bu Ella Yulaelawati, bahwa pengajuan bantuan dana itu tetap harus berdasarkan data. Karena itu buatlah data sesuai kebutuhan lapangan. Jangan meminta dana tetapi tidak memiliki data dan perencanaan.



Sumber :

- kemdikbud.go.id

Read More...

| 0 comments ]

Operator Dapodik Paud dan Dikmas merupakan pekerjaan yang penting dan mulia. Bahkan menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Bapak Harris Iskandar, pekerjaan sebagai sebagai operator pendidikan jauh lebih mulia jika dibandingkan dengan pekerjaan beliau sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas). (pembukaan Workshop Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PAUD dan Dikmas Regional IV., Agustus 2017.)

Pekerjaan sebagai operator pendataan bukanlah hal yang main-main, karena operator itu adalah administrator keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan semuanya berawal dari sini.

Kebijakan yang proposional datangnya dari informasi dan data yang bapak dan ibu selaku operator, guna mewujudkan pemerintahan yang adil. Jadi jangan harap bahwa ada yang mengatakan bahwa pekerjaan itu hanya sebagai operator data, kata hanya dihilangkan menjadi kami operator data.

Kami operator kebijakan yang menjadikan sebuah data menjadi kebijakan yang sebenar-benarnya. Dirjen berharap, Pendidikan nonformal yang dulunya seringkali dicemoohkan sebagai lembaga pendidikan yang kun fa yakun. Dimana begitu ada bantuan lembaga itu ada, dan nantinya dengan adanya pendataan seperti ini maka kedepannya tidak ada lembaga seperti demikian. Sehingga tidak ada lagi cemohan mengenai lembaga PAUD dan Dikmas.

Sebagai Operator Dapodik Paud dan Dikmas untuk tahun 2018, Bapak/Ibu operator dianjurkan menggunakan Aplikasi Dapodik PAUD 3.2.0 dan Dapodik PAUD 3.2.1. yang telah dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Rilis Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merilis Dapodik PAUD 3.2 dan Pengisian Dapodik PAUD TA 2017/2018 Semester II (Genap) pada tanggal 17 Februari 2018.

Pihak Kemdikbud menyampaikan kepada Bapak/Ibu operator Dapodik PAUD, bahwa pengisian Dapodik PAUD semester 2017/2018 Semester II (Genap) dapat dilaksanakan mulai tanggal 17 Februari 2018 menggunakan aplikasi versi 3.2.0 yang dapat diunduh melalui tautan pada situs ini. Pengisian data dijadwalkan sampai akhir Juni 2018.

Apabila Bapak/Ibu masih mempunyai aplikasi Dapodik PAUD versi sebelumnya, caranya adalah sebagai berikut :

  1. Pastikanlah bahwa Bapak/Ibu telah menghapus/uninstall aplikasi Dapodik PAUD versi sebelumnya yang masih terinstall sebelum melakukan instalasi aplikasi versi 3.2.0.
  2. Setelah instalasi versi 3.2.0 silahkan lakukan registrasi kembali dengan kode registrasi, username dan password yang sudah digunakan sebelumnya.

Untuk Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0. silakan unduh Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0. yang telah dirilis resmi oleh Kemdikbud.


Rilis Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1.



Apa tujuan dirilisnya Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1.? Sebagaimana disampaikan oleh Kemdikbud, bahwa Aplikasi Dapodik 3.2.1 dirilis untuk perbaikan validasi NIP PNS pada Dapodik PAUD.

Caranya, silahkan unduh installer Aplikasi Dapodik versi 3.2.1 dari website ini. Lembaga dan Operator yang sudah mengunduh Aplikasi Dapodik versi 3.2.0 dapat melakukan pembaruan aplikasi dengan klik tombol update pembaruan langsung dari aplikasi.

Untuk Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1. silakan unduh Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1. yang telah dirilis resmi oleh Kemdikbud.

Selamat bekerja para Operator Dapodik Paud dan Dikmas, seperti Dirjen PAUD dan Dikmas, kami juga menyampaikan apresiasi kepada tim operator Dapodik PAUD dan Dikmas. Operator Dapodik PAUD dan Dikmas yang telah bekerja keras dalam mensukseskan pendataan data pokok pendidikan untuk satuan PAUD dan Dikmas.

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Robbal Alamin!


Para penulis :
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa merangkap Operator Pendidikan Paud Tunas Bangsa)
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Portal Resmi Dapodik Paud dan Dikmas (dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id)


Read More...

| 0 comments ]

Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), selain telah berhasil menggelar beberapa Seminar Internasional, juga telah sukses melaksanakan beberapa Seminar Nasional (Semnas) yang bersifat Nasional.

Penulis yang berprofesi sebagai pengajar PAUD, juga telah mengikuti salah satu Semnas (seminar literasi Himpaudi) yang digelar oleh Himpaudi yang bekerjasama dengan Trans Studio Bandung dengan tema 'Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku PAUD' di Trans Studio Bandung, Senin dan Selasa tanggal 27 Februari 2018.

Seminar ini merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku), atau sebuah gerakan nasional kolaborasi antara pemerintah, penggiat peduli pendidikan anak usia dini, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam rangka partisipasi keluarga dan lembaga PAUD untuk menumbuhkan budaya membaca.

Ketua Himpaudi, Prof. Dr. Ir. Netti Herawati mengatakan, gerakan nasional ini dilakukan mengingat minimnya budaya baca di Indonesia. Berdasarkan hasil survei BPS tahun 2015, hanya di 13,11 persen anak usia sekolah yang membaca buka, angka ini jauh dibandingkan dengan yang menonton televisi yakni, 91 persen.

Direktur Pendidikan Keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Dr. Sukiman mengatakan, berdasarkan hasil survei internasional tahun 2015 menunjukkan bahwa minat baca anak-anak Indonedia berada pada urutan ke 64 dari 72 negara.


Pembinaan Pendidikan Keluarga (Dit. Bindikkel) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) sejak 26 s.d 27 Febuari 2018 dengan tujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak.

Menurutnya, tujuan gerakan ini adalah untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka. Mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini.


Salah satu Penulis Ibu Eha, S.Pd. (paling kanan), mengikuti Seminar Gernas Baku bersama para Guru Paud lainnya.


Selanjutnya kami sampaikan materi RkornasS, Rakernas, Semnas Himpaudi 2018

  1. Materi #1 VERSI SINGKAT ARAH KEBIJAKAN PP HIMPAUDI BAHAN RAKERNA 3 BANDUNG 25 SD 26 FEBRUARI 2018 | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 Presentasi Gernas BAKU | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 GLN pada Gernas Baku | silakan bisa diunduh disini

Selanjutnya Seminar Gerakan Nasional Perbaikan Gizi Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh Himpunan pendidik dan Tenaga Kependidikan (HIMPAUDI), Rabu, 30 Agustus 2017.




Seminar yang diselenggarakan di Tzi Chi Center, Aula Jing Si, Lt. 4, Jalan Pantai Indah Kapuk Boulevard, Jakarta Utara tersebut mendatangkan pembicara antara lain: Ir. Harris Iskandar, Ph.D (Direktur Jenderal PAUD dan Diknas Kemendikbud RI.), Hanibal Hamidi (Direktur PSD Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Prof. Dr. Ir. Fasil Jalal, Ph.D (Guru Besar UNJ), Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si (Ketua Umum PP HAMPAUDI, Guru Besar Gizi dan Pangan Universitas Riau), dan Iing Felicia Joe, MBA (Praktisi PAUD, Kepala PAUD Tzu Chi).

Acara ini diadakan untuk memberi wawasan bagi orang tua dan anak agar dapat mengaplikasikan tata cara mendidik anak menciptakan generasi anak yang mempunyai karakter kuat, cerdas, promotif, preventif dan kuratif menyongsong genersi cerdas berintegritas.


Materi "Gerakan Nasional Perbaikan Gizi Anak Usia Dini" - TZU CHI CENTER JAKARTA, 30 AGUSTUS 2017:

  1. Materi #1 Bahan Presentasi Stunting – Dirjen – Himpaudi | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 Ppt Dir. Psd_seminar Himpaudi | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 Urgensi & Dampak Stunting Terhadap Kecerdasan & Produktivitas Kerja – Hut Himpaudi | silakan bisa diunduh disini

Selanjutnya Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013, yang dihadiri sekitar 8000 pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dari berbagai daerah menghadiri Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (14/3/2015).

Seminar yang bertemakan "Substansi, Tinjauan, dan Implemetasi KURIKULUM 2013 PAUD” tersebut digelar juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun HIMPAUDI yang ke-10. Peserta seminar yang sebagian besar wanita sempat kecewa lantaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker, ternyata tidak hadir.


Materi Seminar Nasional (Semnas) “Implemetasi KURIKULUM 2013 PAUD” berikut ini:

  1. Materi #1 TINJAUAN AKADEMIK DAN STRATEGI IMPLEMENTASI K13 PAUD | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 dalam PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI | silakan bisa diunduh disini
  4. Materi #4 Strategi Interaksi Antara Pendidik Dan Anak | silakan bisa diunduh disini
  5. Materi #5 KURIKULUM NASIONAL PAUD DARI SUDUT PANDANG NEUROSAINS TERAPAN | silakan bisa diunduh disini
  6. Materi #6 Pendekatan Saintifik Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar | silakan bisa diunduh disini

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Robbal 'Alamin!


Para penulis :
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Himpaudi.or.id



Read More...

| 0 comments ]

Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) telah berhasil menggelar beberapa Seminar yang berskala internasional.

Dari beberapa Seminar Internasional yang diselenggarakan Himpaudi tersebut kami sampaikan sekitar 2 (dua) Seminar yaitu Seminar Internasional "Stimulation of Early Childhood Education & Development (ECED)" yang gelar di Jakarta di penghujung tahun 2017, dan Seminar Internasional “Neuroscience as The Basis For Early Childhood” yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal Juli 2015.

Seminar Internasional "Stimulation of Early Childhood Education & Development (ECED), diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka – Jakarta yang beralamat di Jalan Letnan Jendral R. Suprapto Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Selain Seminar, Himpaudi juga memberikan penghargaan pada acara Apresiasi Kompetensi Pendidik Paud “Aku Minum Air, Aku Sehat”. Penghargaan diberikan atas kerja keras Bunda PAUD Provinsi Lampung sehingga pendidikan anak usia dini Provinsi Lampung mengalami kemajuan yang pesat.

Tema yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah “Aku Minum Air Aku Sehat” dan juga Seminar Internasional dengan mengambil tema “Stimulation In Early Childrood Education And Development To Understand The Importance Drinking Water For Health and Intelligance”.


Ketua Umum PP Himpaudi, Netti Herawati mengucapkan terimakasih kepada seluruh Himpaudi yang berasal dari seluruh Indonesia. Pihaknya sangat bangga karena, selama ini telah punya tenaga-tenaga pendidik yang luar biasa. Mereka telah memberikan pengajaran kepada anak-anak dengan penuh kesabaran, penuh karakter, sehingga bisa melahirkan genarasi yang kuat.

Netti Herawati juga berharap, dari kegiatan ini para pendidik dapat membangun pemebelajaran yang baik benar utamanya dalam rangka minum air sehat dan menyehatkan. Diharapkan dengan pembelajaran dan pendidikan karakter yang baik kepada anak-anak usia dini, utamanya dalam minum air, akan membuat mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan kuat.

Berikut kami sampaikan juga Materi Seminar Internasional Himpaudi yang bertema "Stimulation of Early Childhood Education & Development (ECED)" tersebut. Silakan Anda bisa mengunduhnya pada list Materi Seminar berikut ini :

  1. Materi #1 Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 Carol Lesley M.Ed B.Sc (Hons), Mont.Dip | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 Marilou Hyson, PhD & Ellen Patricia, MA(Counseling), CLC, CMC | silakan bisa diunduh disini
  4. Materi #4 Prof. Dr. Hardinsyah, MS | silakan bisa diunduh disini
  5. Materi #5 Shareen M. Ratnani, M.Ed, B.Ed (Early Childhood Studies), Montessori Diploma, Parent Coach (RBC) | silakan bisa diunduh disini


Selanjutnya Seminar yang kedua adalah Seminar Internasional Neuroscience as the basis for Early Childhood Education and Development ini diselanggarakan di Gedung Achmad Sanusi UPI Bandung pada Kamis tanggal 30 Juli 2015. Seminar tersebut dihadiri oleh ribuah guru PAUD dari berbagai daerah, termasuk dari Singapura, Vietnam dan negara lainnya. Tak ketinggalan tentunya PC HIMPAUDI KECAMATAN KADUDAMPIT Kab. Sukabumi Jawa Barat pun mengirimkan utusannya dalam kegiatan tersebut.


Seminar Internasional tersebut menghadirkan narasumber dari Kanada Prof. Adele Diamond, Ph.D ahli neurosains dari University of British Columbia, didampingi oleh Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. dan Fery Farhati Baswedan, S.Psi., MS. seminar ini akan mengulas Perkembangan Terbaru Neurosains sebagai Dasar Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini.

Seminar dengan tema "Neuroscience as the Basis for Early Childhood Education and Development" dari Neurosains untuk Pendidikan Anak Usia Dini dilaksanakan sehari penuh pada hari Kamis 30 Juli 2015 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Seminar disambung workshop oleh Dr. Pukovisa, Dr. Johny, drg. Anne Gracia, dkk dari Ikatan Neurosains Terapan Indonesia.

Kedua Seminar Internasional tersebut berjalan sukses berkat Rahmat Allah SWT. dan karena kerjasama yang baik antara Himpaudi, Pemerintah, Para Guru di lingkungan Himpaudi, dan masyarakat pendidikan pada umumnya. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Robbal 'Alamin!


Para penulis :
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Himpaudi.or.id
- Blog Himpaudi Jabar
- Blog Himpaudi Kadudampit
- Harian Pilar


Read More...

| 0 comments ]

Berikut ini kami sampaikan beberapa Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Rencana Strategis Kemendikbud, Draft Peraturan Dirjen PAUD dan Dikmas, dan Surat Edaran Dirjen PAUD dan Dikmas terkait Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Peraturan-peraturan tersebut tentu saja sangat penting untuk dimiliki dan difahami oleh para Guru Paud (juga TK), para pengelola lembaga pendidikan PAUD, orang-tua siswa, dan masyarakat pada umumnya.

Berikut Peraturan-peraturan tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tersebut bisa Anda simak dan tentu saja Anda boleh mengunduhnya :

  1. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal | silakan bisa diunduh disini
  2. | Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Tahun 2018 | silakan bisa diunduh disini
  3. Rencana Strategis Kemendikbud 2015-2019 | silakan bisa diunduh disini
  4. Draft Peraturan Dirjen PAUD dan Dikmas Tentang Petunjuk Teknis Direktorat Pembinaan PAUD Tahun 2018 | ada sekitar 4 bagian.
  5. Draft Peraturan Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Tentang Petunjuk Teknis yang berada di lingkungan Direktorat Pembinaan PAUD Tahun 2018 ini terdiri dari beberapa bagian : - Draft Petunjuk Teknis Bantuan Inisiasi PAUD 0-3 tahun Tahun 2018 | download - Draft Petunjuk Teknis Bantuan Pemberian Makanan Sehat PAUD Tahun 2018 | download - Draft Petunjuk Teknis Bantuan Ilmuwan Cilik Tahun 2018 | download - Draft Petunjuk Teknis Bantuan Penyelenggaraan Koordinasi Penuntasan PAUD Pra SD Tahun 2018 | download
  6. Surat Edaran Dirjen PAUD dan Dikmas Tentang Penyelenggaraan PAUD | silakan bisa didownload disini
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 4 Tahun 2017 Tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini | silakan bisa didownload disini
  8. Juknis Penyelenggaraan PAUD | Direktorat Pembinaan PAUD secara kelembagaan memiliki tugas pokok melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang PAUD, serta berkewajiban untuk terus memperluas layanan, meningkatkan mutu dan memperkuat kelembagaan PAUD di lapangan. Oleh karena itu berbagai program terus dikembangkan untuk memberikan layanan PAUD dalam bentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).
  9. Peraturan terkait Juknis Penyelenggaraan PAUD, terdiri dari beberapa bagian : - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Kanak-kanak (TK) | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Kelompok Bermain (Kober) | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Taman Penitipan Anak (TPA) | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD BIna Iman Anak (PAUD-BIA) | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Berbasis Agama Islam | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Pelayanan Anak Agama Kristen | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif di Satuan Paud | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Banntuan PAUD Kunjung | download - Petunjuk Teknis Penyelenggaraan POS Paud | download
  10. Permendikbud 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD | silakan bisa diunduh disini
  11. Permendikbud No 84 Tahun 2014 Tentang Pendirian Satuan PAUD | silakan bisa diunduh disini



Terima kasih dan semoga bermanfaat!


Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Anggun Paud

Read More...