| 0 comments ]

Presiden RI Joko Widodo meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk menggaji para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah masing-masing. "Kalau tidak ada, mana berani gubernur, bupati, dan wali kota memberikan. Tapi ini baru dua minggu yang lalu, nanti akan saya perintahkan setelah bertemu dengan gubernur, bupati, dan wali kota,” ujar Presiden Joko Widodo saat menutup pelatihan akbar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Provinsi DKI Jakarta di Islamic Center Jakarta.

Sebagai informaso bahwa Presiden telah menandatangani Perpres tentang Pendidikan Karakter, yang diharapkan nantinya akan menjadi payung hukum dalam pendidikan karakter termasuk pengalokasikan dana bagi guru-guru PAUD, ada payung hukumnya. Menurut beliau, adanya Perpres Pendidikan Karakter menunjukkan adanya perhatian serius pemerintah terhadap pendidikan karakter.

Terkait dengan pengalokasian dana oleh daerah itu, Presiden Jokowi menyebutkan dirinya belum mengumpulkan kepala daerah untuk membahas masalah itu.

Presiden Joko Widodo terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017, tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang diterbitkannya sekitar dua minggu lalu. Dengan harapan dapat dapat menjadi payung hukum untuk mengalokasikan dana bantuan bagi guru PAUD.

Presiden juga menyampaikan mengenai dialog singkatnya saat berbisik-bisik dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengenai apakah ada tersedia alokasi dana untuk guru PAUD dan Mendikbud menjawab akan menghitung dulu, untuk ketersediaan anggaran bagi guru PAUD. Kalau ada saya perintahkan berikan segera'. Itu tahapannya seperti itu," kata Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan sejumlah istri anggota Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

Selain berpidato Presiden juga melakukan dialog dengan para guru-guru PAUD yang hadir pada acara tersebut, beberapa guru pun antusias mencurahkan pengalaman dan nasib mereka yang kebanyakan bekerja secara sosial. Dengan imbalan yang mereka dapatkan berupa “sejuta” yang memiliki arti setia, jujur, dan takwa.

Dalam kesempatan itu sejumlah guru meminta pemerintah agar memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD. Beberapa guru menyebutkan mereka bekerja secara sosial, tidak ada yang menggaji.


Sumber:
- kemdikbud.go.id
- antaranews.com


0 comments

Post a Comment