| 0 comments ]

Bermain memang identik dengan dunia anak. Dengan bermain anak beraktivitas dan bersosialisasi dengan lingkungan. Bermain dapat menumbuhkan imajinasi dan kreativitas anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Selain itu melalui bermain anak mendapatkan pengalaman, pengetahuan dan keterampilan. Dalam prakteknya, banyak cara untuk melakukan kegiatan permainan tersebut. Ada yang meng-gunakan media atau alat, ada juga yang tidak. Pada dasarnya setiap kegiatan bermain membawa dampak positif terhadap perkembangan anak. Selain keterampilan, aspek perkembangan keimanan dan ketaqwaan, daya fikir, daya cipta, kemampuan berbahasa, kemandirian, dan kemampuan jasmani.

Dalam dunia anak-anak terdapat berbagai jenis permainan, salah satu jenis permainan yang bermanfaat bagi anak dan bersifat edukatif adalah puzzle. Puzzle terdiri dari kepingan-kepingan. Bermain puzzle adalah kegiatan membongkar dan menyusun kembali kepingan puzzle menjadi bentuk yang utuh. Kegiatan ini bertujuan melatih koordinasi mata, tangan dan pikiran anak dalam menyusun kepingan puzzle yang terdiri dari berbagai bentuk yang berbeda dengan cara mencocokkan potongan gambar satu dengan lainnya sehingga membentuk satu gambar yang utuh dan baik.


Puzzle merupakan permainan yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan anak dalam merangkainya. Dengan terbiasa bermain puzzle, lambat laun mental anak juga akan terbiasa untuk bersikap tenang, tekun, dan sabar dalam menyelesaikan sesuatu. Kepuasan yang didapat saat anak menyelesaikan puzzle pun merupakan salah satu pembangkit motivasi untuk mencoba hal-hal yang baru baginya.

Puzzle atau tebakan berakar dari masalah matematika dan logistik serius. Lainnya, seperti masalah catur, diambil dari permainan papan. Lainnya lagi dibuat hanya sebagai pengetesan atau godaan otak. Pelajaran resmi tebakan disebut enigmatologi. Puzzle pertama kali dibuat oleh John Spilsbury. Ia adalah seorang pembuat peta. Selain membuat peta, ia juga sibuk mengajar anak-anak sekolah, khususnya mata pelajaran Geografi. Ia membuat puzzle yang bernama “Jigsaw Puzzle”. Dengan menyusun kepingan-kepingan puzzle peta tersebut, murid akan belajar tentang lokasi, posisi, dan hubungan geografi antar masing-masing negara. John menganggap bahwa kreatifitasnya ini bisa menjadi sebuah peluang bisnis. Maka kemudian ia memproduksi dan menjual puzzle peta tersebut. Model puzzle pun semakin berkembang, mengikuti perkembangan zaman. Hingga saat ini ada berbagai macam puzzle dengan berbagai tema, bahan, pola, dan keunikan lainnya.

Puzzle adalah salah satu permainan yang ramah anak, dan berikut ini adalah beberapa manfaat puzzle bagi anak-anak.

1. Melatih Keterampilan koordinasi mata dan tangan

Tangan dan mata anak harus mampu berkoordinasi dengan baik. Banyak aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan mata dan tangan. Maka permainan puzzle adalah permainan yang baik dalam hal ini. Kemampuan anak untuk fokus dalam menyelesaikan tugasnya merangkai kepingan-kepingan puzzle bisa membuat anak memiliki koordinasi mata dan tangan yang baik.

2. Melatih Keterampilan memecahkan masalah

Tujuan bermain puzzle adalah merangkai kepingan-kepingan gambar yang berserakan menjadi bentuk yang diinginkan. Puzzle disusun kembali dengan cara atau urutan yang bervariasi. Tantangan inilah yang akan memacu anak, secara psikologi, untuk belajar memecahkan masalah dengan cara yang unik dan beraneka cara.

3. Melatih Keterampilan penggunaan motorik halus anak

Kepingan-kepingan puzzle yang kecil dan kadang terasa licin menjadi tantangan tersendiri bagi anak. Bukan hal yang sulit bagi anak untuk mengambil sebuah sendok atau pensil. Namun mengambil kepingan puzzle bisa membuat anak terlatih dalam menggunakan motorik halusnya. Hal ini akan membantu anak kelak saat anak mulai belajar menulis. Jemarinya akan semakin lihai dalam memegang dan memainkan pensil atau pulpen.

4. Melatih Keterampilan dalam mengelola emosi dan konsentrasi

Permainan puzzle sebenarnya bukanlah permainan kecepatan. Permainan ini membutuhkan kesabaran dan tingkat konsentrasi yang tinggi. Dengan memainkan puzzle, anak akan terlatih untuk menyelesaikan suatu tugas dengan sabar dan pikiran yang fokus. Pengelolaan perasaan dan pikiran anak akan terlatih saat memainkan puzzle.

5. Melatih Keterampilan dalam memahami ilmu pengetahuan atau kognitif

Puzzle dibuat dalam banyak tema. Ada tema hewan, tumbuhan, urutan huruf, urutan angka, dan lainnya. Semakin banyak tema yang dimainkan anak, maka anak akan semakin meningkat dalam hal kognitif. Pengetahuan anak akan semakin luas seiring dengan banyaknya puzzle yang mereka mainkan.

Bahan Ajar bermain puzzle yang kami sampaikan adalah bermain puzzle berbasis lokal Kalimantan yang dapat membantu dan memudahkan guru PAUD dalam mengembangkan APE dan memotivasi untuk mengeksplorasi kearifan lokal yang dapat dikenalkan pada anak usia dini. Selain itu dengan APE berbasis lokal guru mengenalkan kepada anak usia dini secara bertahap dan berulang-ulang sehingga dapat menanamkan kecintaan anak terhadap budaya daerah sebagai akar budaya bangsa. Alat permainan edukatif berbasis lokal diharapkan dapat menunjang kreativitas anak untuk mempersiapkan kemandirian, kematangan dan ketrampilan menyongsong pembelajaran ke jenjang selanjutnya.


Ruang lingkup bahan ajar bermain puzzle dapat berupa :

1. Pendahuluan
2. Tujuan pembelajaran ; tujuan umum, tujuan khusus
3. Petunjuk Pembelajaran
4. Materi pembelajaran ; alat permainan edukatif, pembuatan APE untuk anak usia dini, alat permainan edukatif puzzle, APE puzzle berbasis lokal, rangkuman.
5. Evaluasi

Bahan Ajar Puzzle yang nantinya akan menyajikan dengan gambar berbasis lokal Kalimantan, dengan tema budaya, tumbuhan, buah-buahan dan binatang ini merupakan salah satu cara mengenalkan kearifan lokal Kalimantan kepada anak usia dini sehingga dapat mengenalkan budaya dan keunggulan didaerahnya. Guru mengenalkan kepada anak usia dini secara bertahap dan berulang-ulang dapat menanamkan kecintaan anak terhadap budaya daerah sebagai akar budaya bangsa.


Para penulis :
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Sumber-sumber lainnya yang terpercaya.

0 comments

Post a Comment