| 0 comments ]

Para guru Taman Kanak-kanak (TK) dan guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) selayaknya memiliki kriteria tertentu. Guru TK/Paud yang yang bisa dikatakan ideal adalah seseorang profesional yang terdidik dan terlatih baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.

Disamping itu para guru Taman Kanak-kanak (TK) dan guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) harus juga memiliki modal kerja untuk mendidik murid. Karena guru bukanlah orang tua yang mungkin dalam mendidik anak hanya dengan bermodalkan naluri. Salah satu modal kerja yang harus dimiliki guru TK/Paud adalah pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dasar dalam mendidik anak TK/Paud.

Terkait Kriteria Guru TK dan Paud, berikut kriteria ideal guru TK yang kami coba paparkan berdasarkan sumber-sumber dari Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Guru TK yang paling ideal yaitu seorang guru profesional yang terdidik dan terlatih baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya. Pengertian terdidik adalah mereka yang memiliki bekal pendidikan formal. Idealnya, guru TK minimal berpendidikan strata 1 atau sarjana dalam bidang apa pun yang dia asuhnya. Namun tak berarti mereka yang berpendidikan setingkat SMP atau SMA tak dibolehkan mengajar murid TK, karena pada dasarnya yang dibutuhkan adalah kemampuannya yang setingkat sarjana Strata 1, bukan ijazahnya.

Memang faktanya sebagian besar guru pendidikan anak usia dini, termasuk di dalamnya guru TK, belum sarjana. Berdasarkan data yang diungkapkan Direktur Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemdikbud Ella Yulaelawati seperti dikutip laman beritasatu.com, jumlah tenaga kependidikan PAUD saat ini sebanyak 588.475.

Dari jumlah itu, sebanyak 22.972 berlatar belakang pendidikan SMP dan 289.762 SMA. Kemudian, lulusan diploma sebanyak 75.678 dan S1 sebanyak 196.181 orang. Selanjutnya, guru dan tenaga kependidikan lulusan S2 terdapat 3.882 orang.

Kriteria lain, terlatih dengan baik. Guru TK/P:aud haruslah seorang yang menguasai tehnik mendidik, memiliki pengetahuan tentang cara-cara mendidik, maupun membuat rancangan kegiatan (mingguan dan harian) serta mampu mengorganisasikan kelas. Ia juga mengetahui cara menghadapi berbagai macam permasalahan anak, mulai dari perkelahian antar anak sampai kepada menggiatkan kelompok belajar.

Untuk itu guru-guru TK/Paud niscaya membutuhkan pelatihan-pelatihan untuk mampu mendidik anak-anak usia TK. Pelatihan-pelatihan ini menyangkut penguasaan kurikulum, pengetahuan tentang kompetensi dasar yang mesti dibekalkan ke anak didik, metode-metode yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan kurikulum, dan lain-lain. Pelatihan yang paling dibutuhkan tentu saja materi bermain sebagai metode untuk penanaman nilai-nilai yang diharapkan disemaikan dalam jiwa anak-anak TK.

Kriteria lain, pengalaman yang kaya di bidangnya. Mereka yang sudah lama menjadi guru TK pasti akan lebih lihai dalam menghadapi murid-murid yang masih berusia dini ini, dibanding para guru pemula. Bagaimana cara menangani anak yang pemberontak, perengek, pengganggu dan lain-lain? Pengalaman yang panjang karena itu diharapkan meningkatkan kompetensi guru TK untuk menjalankan tugasnya.

Kriteria lain, kecintaan yang tulus pada anak, berminat pada perkembangan anak, bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak, hangat dalam bersikap dan bersedia bermain dengan anak. Kata kuncinya di sini: mencintai anak. Jika rasa cinta pada anak-anak sudah muncul di dalam hatinya, maka sikap-sikap berikutnya akan mengikut, seperti memperhatikan, memedulikan, bersimpati, berempati, sikap hangat, dan seterusnya.

Guru TK adalah guru yang konsisten sekaligus luwes dan lincah dalam menghadapi kebutuhan, minat dan kemampuan anak. Kriteria guru yang ideal belum tentu dapat dipenuhi oleh seorang guru TK, namun yang penting adalah usaha ke arah itu.

Selanjutnya berkaitan dengan Modal Kerja Guru TK dan Paud, kami kemukakan bahwa p;rinsip-prinsip dasarnya adalah anggapan-anggapan (asumsi) yang sebaiknya dimiliki oleh guru sebagai dasar untuk melaksanakan tugasnya. Anggapan-anggapan, atau lebih lebih tepat sebetulnya pengetahuan tentang psikologi anak usia TK, penting dimiliki guru untuk mampu berbicara dengan anak sesuai dengan tahap perkembangan cara berpikirnya. Berbekal modal ini, guru TK akan mampu mengelola pembelajaran yang tepat untuk anak, baik dari segi metode, pemilihan materi, waktu pelaksanaan, dan pengorganisasian kelas.

Berikut pengetahuan-pengetahuan dasar yang dibutuhkan guru TK yang kami coba paparkan berdasarkan sumber-sumber dari Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Pertama, setiap anak adalah unik. Pengetahuan bahwa setiap anak itu unik, penting bagi guru TK, agar guru tidak memperlakukan anak-anak secara pukul rata. Setiap anak harus diakui memiliki kemampuan, kecepatan, dan bakat yang berbeda-beda. Setiap anak karena itu berkembang sesuai dengan tempo dan kecepatan masing-masing.

Kedua, anak berkembang melalui berbagai tahapan. Seperti manusia pada umumnya, anak TK pun berkembang melalui tahapan, dan setiap peningkatan usia kronologis, akan menampilkan ciri-ciri perkembangan yang khas.

Menurut Drs. Agoes Dariyo dalam buku Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama (2007), anak TK tergolong usia awal anak-anak (4 – 5 tahun 11 bulan). Ciri-ciri anak-anak usia awal bahwa mereka masih terikat dengan orang tua, namun sudah mulai memiliki kemandirian, kemampuan mengontrol diri dan hasrat untuk memperluas pergaulan dengan teman sebaya.

Selain itu, masa anak-anak awal masih ditandai dengan kegiatan bermain, baik bermain sendiri maupun bermain kelompok dengan teman sebaya. Hal yang penting diketahui, permainan pada masa awal anak selain berguna bagi perkembangan kepribadian, juga berguna untuk pengembangan psikomotorik halus dan kasar.

Ketiga, setiap anak adalah “pelajar” yang aktif. Bagi anak TK, segala sesuatu yang dikerjakannya adalah proses belajar. Pada usia TK, anak senang memperhatikan, mencium, membuat suara, meraba, dan mengecap. Lingkungan yang ‘kaya’ dan yang banyak memberikan rangsangan mental dapat meningkatkan kemampuan belajar anak.

Dengan modal pengetahuan tersebut, guru akan mampu mendukung dan mendorong anak untuk belajar dan mengembangkan diri. Guru akan mampu memilih metode yang tepat, dalam hal anak TK adalah metode bermain, untuk memberikan rangsangan bagi pengembangan kepribadian, dan pengembangan psikomotorik halus dan kasar.

Semoga artikel tentang Kriteria Guru TK/Paud yang ideal dan Modal Kerja Guru TK dan Paud yang kami sajikan, dap;at menambah referensi dan wawasan para guru Paud khususnya dan masyarakat pendidikan Indonesia pada umumnya, Amiin!

- Para penulis :
Drs. Asep R, S.H. (Konsultan pendidikan)
Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)

Sumber :

- kemdikbud.go.id

0 comments

Post a Comment