| 0 comments ]

Besaran Penghasilan atau Gaji Guru Paud pada tahun 2018 di berbagai daerah di Indonesia, tidaklah jauh berbeda terkecuali untuk daerah-daerah tertentu seperti DKI Jakarta. Di daerah khusus Ibukota tersebut, gaji Guru Paud terbilang cukup layak.

Di daerah penulis sendiri yaitu di Kabupaten Ciamis Jawa Barat, kisaran Gaji Guru Paud adalah sekitar Rp. 100.000,- s.d. Rp. 200.000,- per bulan. Contohnya penulis yang juga salah seorang Guru di PAUD (Kober) Tunas Bangsa Kecamatan Kawali Ciamis, sudah biasa menerima gaji bulan sebesar Rp. 100.000,-. Walaupun penulis menjabat tambahan sebagai Kepala Sekolah Paud di Desa yang berbeda yaitu Desa margamulya, alhamdulillah mendapat tambahan sekitar Rp. 200.000,- per bulan.

Fenomena seperti itu ternyata terjadi juga pada guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di berbagai daerah di Indonesia contohnya di Cilacap. Dikatakan di sana banyak dari Guru Paud yang digaji sangat minim.

Hal itu terungkap saat acara Gebyar HUT ke 13 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Cilacap yang dilaksanakan di Lapangan Krida Nusantara, Kabupaten Cilacap, Minggu (9/9). Ketua panitia Gebyar HUT ke 13 Muhammad Rodlin mengatakan, secara nominal masih banyak guru-guru yang hanya honornya Rp 100 ribu per bulan.

“Guru PAUD se-Kabupaten Cilacap kurang lebih 2.065 orang, mereka guru-guru yang diafiliasi di HIMPAUDI sama sekali belum punya kesejahteraan, belum dapat tunjangan seperti guru TK, belum ada kesempatan untuk sertifikasi,” ujarnya.

Dikatakannya, dampak yang dirasakan, guru-guru yang awalnya berangkat dari PAUD kemudian melanjutkan pendidikan S1 setelah itu berpindah ke jenjang TK supaya mendapatkan sertifikasi. Jika hal tersebut dibiarkan, nanti PAUD bisa jadi lembaga percobaan.

Menurutnya, nasib para guru PAUD belum bisa menikmati seperti yang dirasa sebagian guru TK. Pihaknya tetap memberikan penghargaan bagi guru yang memiliki dedikasi tinggi bertahan hingga 13 tahun dalam satu lembaga dan lainnya. “Diharapkan itu menjadi momentum awal. Sehingga dari setiap kali kegiatan HUT. Insyaallah ada penobatan guru yang berdedikasi dan punya kreativitas untuk ditampilkan,” katanya.

Sementara itu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menurut Kepala Dinasnya M.Soleh di Bangka Belitung terdapat 2.000 guru paud honor yang bekerja hanya mendapat penghasilan sekitar Rp.200.000- Rp.250.000 per bulan.

Selama ini pembayaran gaji guru honor PAUD dibiayai dari masing-masing pemerintah kabupaten/kota melalui APBD dan iuran yang dibayarkan siswa PAUD.

Berbeda dengan guru Paud DKI, DPRD DKI sepakat untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD di Ibu Kota. Rencana peningkatan kesejahteraan guru PAUD tersebut telah dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan yang sedang dibahas di DPRD.

"Yang terpenting dalam raperda itu adalah efektifitas penyempurnaan pendidikan sampai ke PAUD," ujar Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana, Rabu (16/5/2018).

Pria yang akrab disapa Haji Lulung ini mengatakan, masalah kesenjangan guru PAUD merupakan salah satu aspirasi yang kerap disampaikan warga saat anggota Dewan melakukan reses. Untuk diketahui, gaji guru PAUD di Jakarta selama ini hanya beritar Rp300 ribu-1 juta.




Di Sulawesi Utara (Sulut) lain lagi halnya, sungguh miris nasib guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulawesi Utara (Sulut). Karena mereka menerima gaji yang sangat rendah. Di tingkat kabupaten/kota guru PAUD hanya menerima gaji Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan. Sedangkan provinsi masih lebih tinggi Rp 700 ribu.

Pimpinan TK Tumou Tou binaan Badan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (BP PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Provinsi Sulut Meity Moniung mengungkapkan, PAUD-PAUD di Sulut mulai dibentuk 2007.

Awalnya, gaji guru PAUD di provinsi Rp 2,8 juta. Namun, sejak dipindahkan ke pusat pada 2017, gaji guru PAUD hanya Rp 700 ribu. Itu pun sumber dananya dari sumbangan orang tua murid.

Namun Guru PAUD juga patut bersyukur atas upaya keras yang dilakukan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas memperjuangkan meningkatnya keningkatkan kesejahteraan. Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini mencapai 72 persen. Meningkatnya APK PAUD akan dibarengi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan bagi guru PAUD.

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar mengatakan, dari total 19 juta anak usia dini di Indonesia, baru sekitar 12 juta anak yang sudah mendapatkan layanan PAUD. Harris optimis APK PAUD akan cepat mencapai angka 100 persen dengan adanya Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk PAUD dan dana desa melalui kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.


Sumber:
- satelitpost.com
- kemdikbud.go.id
- sindonews.com
- jpnn.com
- Tribun Bangka



Read More...

| 0 comments ]

Sosialisasi Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku), telah dilakukan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Dit. Bindikkel) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas). Tujuannya adalah untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak.

Tujuan gerakan ini adalah untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka. Mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini, demikian seperti diungkapkan Sukiman selaku Direktur Dit.Bindikkel Ditjen PAUD & Dikmas.

Salah satu acara sosialisasi telah dilaksanakan oleh Himpaudi yang bekerjasama dengan Trans Studio Bandung dengan tema 'Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku PAUD' di Trans Studio Bandung, Senin dan Selasa tanggal 27 dan 28 Februari 2018.

Pada acara tersebut semua peserta yang terdiri dari “Bunda PAUD” dari seluruh Provinsi hingga desa di Indonesia, Pendidik dan Tenaga Pendidikan PAUD yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Serta para penggiat PAUD hingga berjumlah 4.000 orang lebih, hadir menggunakan biaya sendiri.

Pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merilis Jadwal Gernas Baku atau Gerakan Orang-tua Membacakan Buku di Satuan PAUD/Komunitas, pada tanggal 5 Mei 2018. Dengan Panduan sebagai berikut :

  1. Acara 1 | Penyambutan
  2. Acara 2 | Mempersilahkan orang tua dan anak memasuki ruang kelas
  3. Acara 3 | Doa Bersama
  4. Acara 4 | Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
  5. Acara 5 | Penjelasan oleh Guru Tentang Kegiatan yang Akan Dilakukan
  6. Acara 6 | Gerak dan Lagu
  7. Acara 7 | Pelaksanaan Membaca Buku dan Diskusi dengan Anak
  8. Acara 8 | Penguatan oleh Guru Pemandu

Para guru dan orang-tua siswa, harus memahami arti dan tujuan dari Gernas Baku ini yang bisa dipelajari dari gambar resmi dari Kemdikbud berikut ini:


Dengan adanya Gernas Buku, para orang tua lebih sering meluangkan waktunya untuk membacakan buku bagi anak mereka dan memiliki peran dilembaga PAUD, sehingga kedepannya terbentuk perpustakaan di lembaga-lembaga PAUD yang dikelola oleh paguyuban orang tua.

Demikian penjelasan dari kami mengenai Panduan atau Pedoman Pelaksanaan Gerakan Orang-tua Membacakan Buku (Gernas Baku). Semoga bermanfaat!


Para penulis :
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat


Read More...

| 0 comments ]

Pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Tanah Air. Upaya memacu kualitas terutama di sektor pengajar. Dirjen PAUD Kementerian Pendidikandan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Harris Iskandar menjelaskan, pihaknya masih merancang program pelatihan. Lulusan SMA menjadi target utama.

Selain itu, di sektor lainnya pada tahun 2019, Kemendikbud dipastikan akan menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal ini sesuai dengan lahirnya UU no 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal, terutama akses layanan dasar terkait pendidikan sesuai pasal 5 ayat 3 bahwa kewajiban pemerintah daerah kabupaten/kota untuk memberikan layanan pendidikan anak usia dini.

Menurut Direktur Pembinaan PAUD Ella Yulaelawati menegaskan bahwa DAK fisik itu tergantung keseriusan pemerintah daerah dalam mendata dan mengelola PAUD di daerahnya masing-masing. Maka, Ella meminta agar pemerintah daerah mulai pendataan dengan tenggat waktu April 2018 karena diperkirakan akan memakan waktu yang lama.

Menurut keterangan Bu Ella, bahwa prosesnya dinas pendidikan mengajukan rencana dan data ke BAPPEDA lalu masuk secara online di BAPPENAS. Maka segeralah Dinas, pengelolaan keuangan dan aset daerah untuk membuat dan mengumpulkan data untuk mendapatkan alokasi DAK fisik tahun 2019 nanti. Namun jangan lupa juga bereskan administrasi untuk mendapatkan DAK nonfisik tahun ini.

Sebagaimana diketahui untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang bermutu, serta untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini yang adil dan lebih bermutu, pemerintah mengalokasikan dana bantuan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan anak usia dini untuk penyelenggaraan PAUD berkualitas. Berdasarkan data, PAUD yang dikelola pemerintah daerah sebanyak 8.000 lembaga, sementara dikelola masyarakat lebih tinggi mencapai dua ratus ribu lebih.

Dalam rangka Gerakan Nasional PAUD berkualitas tersebut, kata Ella, pemerintah perlu memberikan dukungan dengan menyediakan berbagai bantuan PAUD seperti Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, Bantuan Penyelenggaraan PAUD Baru, Bantuan Sarana Pembelajaran PAUD, Unit Gedung Baru (UGB) PAUD, Ruang Kelas Baru (RKB) PAUD, Rehabilitasi/Renovasi Gedung PAUD, dan lain-lain kepada lembaga atau satuan PAUD yang diselenggarakan oleh masyarakat, yayasan/organisasi, pemerintah Daerah, badan keagamaan, dan Satuan Pendidikan Non formal lainnya seperti PKBM, SKB.

Pada tahun 2018 ini, pemerintah memberikan DAK nonfisik bagi PAUD sebesar Rp4,070 triliun. Anggaran itu meningkat dari tahun sebelumnya, pada tahun 2017 sebesar Rp3,58 triliun. Diperuntukkan 6.78 juta anak sebesar Rp600 ribu per anak, PAUD Inklusi sebanyak 13.200 anak, pengembangan mutu lembaga untuk 12.459 lembaga PAUD, peningkatan mutu SDM sebanyak 11.398 orang, serta penataan kelembagaan dan kemitraan.

Menurut Ella, prinsip pemanfaatan DAK Non fisik BOP PAUD itu harus tepat sasaran dalam mendukung operasional penyelenggaraan PAUD secara efektif dan efisien. Juga yang terpenting, kata Ella, dapat dipertanggungjawabkan dan dikelola secara tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu, serta terhindar dari penyimpangan.

Berdasarkan data Kemendikbud, pada tahun 2017-2018 angka partisipasi kasar (APK) anak usia dini mencapai 74,28 persen naik 2,8 persen dari 72,38 persen tahun lalu, desa memiliki PAUD sebanyak 78% dari total 80.476 desa yang ada di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah lembaga PAUD seluruh Indonesia 228.140, peserta didik 5.694.388 naik 21,2 persen dari tahun lalu yang hanya mencapai 4.698.245. Lembaga PAUD terakreditasi 22.991 naik 59,74 persen dari tahun lalu yang mencapai 14.392.

Namun satu hal patut dicatat, sesuai keterangan dari Bu Ella Yulaelawati, bahwa pengajuan bantuan dana itu tetap harus berdasarkan data. Karena itu buatlah data sesuai kebutuhan lapangan. Jangan meminta dana tetapi tidak memiliki data dan perencanaan.



Sumber :

- kemdikbud.go.id

Read More...

| 0 comments ]

Operator Dapodik Paud dan Dikmas merupakan pekerjaan yang penting dan mulia. Bahkan menurut Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Bapak Harris Iskandar, pekerjaan sebagai sebagai operator pendidikan jauh lebih mulia jika dibandingkan dengan pekerjaan beliau sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas). (pembukaan Workshop Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PAUD dan Dikmas Regional IV., Agustus 2017.)

Pekerjaan sebagai operator pendataan bukanlah hal yang main-main, karena operator itu adalah administrator keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan semuanya berawal dari sini.

Kebijakan yang proposional datangnya dari informasi dan data yang bapak dan ibu selaku operator, guna mewujudkan pemerintahan yang adil. Jadi jangan harap bahwa ada yang mengatakan bahwa pekerjaan itu hanya sebagai operator data, kata hanya dihilangkan menjadi kami operator data.

Kami operator kebijakan yang menjadikan sebuah data menjadi kebijakan yang sebenar-benarnya. Dirjen berharap, Pendidikan nonformal yang dulunya seringkali dicemoohkan sebagai lembaga pendidikan yang kun fa yakun. Dimana begitu ada bantuan lembaga itu ada, dan nantinya dengan adanya pendataan seperti ini maka kedepannya tidak ada lembaga seperti demikian. Sehingga tidak ada lagi cemohan mengenai lembaga PAUD dan Dikmas.

Sebagai Operator Dapodik Paud dan Dikmas untuk tahun 2018, Bapak/Ibu operator dianjurkan menggunakan Aplikasi Dapodik PAUD 3.2.0 dan Dapodik PAUD 3.2.1. yang telah dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Rilis Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merilis Dapodik PAUD 3.2 dan Pengisian Dapodik PAUD TA 2017/2018 Semester II (Genap) pada tanggal 17 Februari 2018.

Pihak Kemdikbud menyampaikan kepada Bapak/Ibu operator Dapodik PAUD, bahwa pengisian Dapodik PAUD semester 2017/2018 Semester II (Genap) dapat dilaksanakan mulai tanggal 17 Februari 2018 menggunakan aplikasi versi 3.2.0 yang dapat diunduh melalui tautan pada situs ini. Pengisian data dijadwalkan sampai akhir Juni 2018.

Apabila Bapak/Ibu masih mempunyai aplikasi Dapodik PAUD versi sebelumnya, caranya adalah sebagai berikut :

  1. Pastikanlah bahwa Bapak/Ibu telah menghapus/uninstall aplikasi Dapodik PAUD versi sebelumnya yang masih terinstall sebelum melakukan instalasi aplikasi versi 3.2.0.
  2. Setelah instalasi versi 3.2.0 silahkan lakukan registrasi kembali dengan kode registrasi, username dan password yang sudah digunakan sebelumnya.

Untuk Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0. silakan unduh Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.0. yang telah dirilis resmi oleh Kemdikbud.


Rilis Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1.



Apa tujuan dirilisnya Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1.? Sebagaimana disampaikan oleh Kemdikbud, bahwa Aplikasi Dapodik 3.2.1 dirilis untuk perbaikan validasi NIP PNS pada Dapodik PAUD.

Caranya, silahkan unduh installer Aplikasi Dapodik versi 3.2.1 dari website ini. Lembaga dan Operator yang sudah mengunduh Aplikasi Dapodik versi 3.2.0 dapat melakukan pembaruan aplikasi dengan klik tombol update pembaruan langsung dari aplikasi.

Untuk Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1. silakan unduh Aplikasi Dapodik PAUD Versi 3.2.1. yang telah dirilis resmi oleh Kemdikbud.

Selamat bekerja para Operator Dapodik Paud dan Dikmas, seperti Dirjen PAUD dan Dikmas, kami juga menyampaikan apresiasi kepada tim operator Dapodik PAUD dan Dikmas. Operator Dapodik PAUD dan Dikmas yang telah bekerja keras dalam mensukseskan pendataan data pokok pendidikan untuk satuan PAUD dan Dikmas.

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Robbal Alamin!


Para penulis :
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa merangkap Operator Pendidikan Paud Tunas Bangsa)
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Portal Resmi Dapodik Paud dan Dikmas (dapo.paud-dikmas.kemdikbud.go.id)


Read More...

| 0 comments ]

Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), selain telah berhasil menggelar beberapa Seminar Internasional, juga telah sukses melaksanakan beberapa Seminar Nasional (Semnas) yang bersifat Nasional.

Penulis yang berprofesi sebagai pengajar PAUD, juga telah mengikuti salah satu Semnas (seminar literasi Himpaudi) yang digelar oleh Himpaudi yang bekerjasama dengan Trans Studio Bandung dengan tema 'Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku PAUD' di Trans Studio Bandung, Senin dan Selasa tanggal 27 Februari 2018.

Seminar ini merupakan rangkaian dari Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku), atau sebuah gerakan nasional kolaborasi antara pemerintah, penggiat peduli pendidikan anak usia dini, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam rangka partisipasi keluarga dan lembaga PAUD untuk menumbuhkan budaya membaca.

Ketua Himpaudi, Prof. Dr. Ir. Netti Herawati mengatakan, gerakan nasional ini dilakukan mengingat minimnya budaya baca di Indonesia. Berdasarkan hasil survei BPS tahun 2015, hanya di 13,11 persen anak usia sekolah yang membaca buka, angka ini jauh dibandingkan dengan yang menonton televisi yakni, 91 persen.

Direktur Pendidikan Keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Dr. Sukiman mengatakan, berdasarkan hasil survei internasional tahun 2015 menunjukkan bahwa minat baca anak-anak Indonedia berada pada urutan ke 64 dari 72 negara.


Pembinaan Pendidikan Keluarga (Dit. Bindikkel) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) sejak 26 s.d 27 Febuari 2018 dengan tujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak.

Menurutnya, tujuan gerakan ini adalah untuk membiasakan orang tua membacakan buku bersama anak-anak mereka. Mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orang tua. Menumbuhkan minat baca anak sejak dini.


Salah satu Penulis Ibu Eha, S.Pd. (paling kanan), mengikuti Seminar Gernas Baku bersama para Guru Paud lainnya.


Selanjutnya kami sampaikan materi RkornasS, Rakernas, Semnas Himpaudi 2018

  1. Materi #1 VERSI SINGKAT ARAH KEBIJAKAN PP HIMPAUDI BAHAN RAKERNA 3 BANDUNG 25 SD 26 FEBRUARI 2018 | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 Presentasi Gernas BAKU | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 GLN pada Gernas Baku | silakan bisa diunduh disini

Selanjutnya Seminar Gerakan Nasional Perbaikan Gizi Anak Usia Dini yang diselenggarakan oleh Himpunan pendidik dan Tenaga Kependidikan (HIMPAUDI), Rabu, 30 Agustus 2017.




Seminar yang diselenggarakan di Tzi Chi Center, Aula Jing Si, Lt. 4, Jalan Pantai Indah Kapuk Boulevard, Jakarta Utara tersebut mendatangkan pembicara antara lain: Ir. Harris Iskandar, Ph.D (Direktur Jenderal PAUD dan Diknas Kemendikbud RI.), Hanibal Hamidi (Direktur PSD Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi), Prof. Dr. Ir. Fasil Jalal, Ph.D (Guru Besar UNJ), Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si (Ketua Umum PP HAMPAUDI, Guru Besar Gizi dan Pangan Universitas Riau), dan Iing Felicia Joe, MBA (Praktisi PAUD, Kepala PAUD Tzu Chi).

Acara ini diadakan untuk memberi wawasan bagi orang tua dan anak agar dapat mengaplikasikan tata cara mendidik anak menciptakan generasi anak yang mempunyai karakter kuat, cerdas, promotif, preventif dan kuratif menyongsong genersi cerdas berintegritas.


Materi "Gerakan Nasional Perbaikan Gizi Anak Usia Dini" - TZU CHI CENTER JAKARTA, 30 AGUSTUS 2017:

  1. Materi #1 Bahan Presentasi Stunting – Dirjen – Himpaudi | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 Ppt Dir. Psd_seminar Himpaudi | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 Urgensi & Dampak Stunting Terhadap Kecerdasan & Produktivitas Kerja – Hut Himpaudi | silakan bisa diunduh disini

Selanjutnya Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013, yang dihadiri sekitar 8000 pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini dari berbagai daerah menghadiri Seminar Nasional tentang Kurikulum 2013 yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu (14/3/2015).

Seminar yang bertemakan "Substansi, Tinjauan, dan Implemetasi KURIKULUM 2013 PAUD” tersebut digelar juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun HIMPAUDI yang ke-10. Peserta seminar yang sebagian besar wanita sempat kecewa lantaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, yang dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker, ternyata tidak hadir.


Materi Seminar Nasional (Semnas) “Implemetasi KURIKULUM 2013 PAUD” berikut ini:

  1. Materi #1 TINJAUAN AKADEMIK DAN STRATEGI IMPLEMENTASI K13 PAUD | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 KEBIJAKAN IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 dalam PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI | silakan bisa diunduh disini
  4. Materi #4 Strategi Interaksi Antara Pendidik Dan Anak | silakan bisa diunduh disini
  5. Materi #5 KURIKULUM NASIONAL PAUD DARI SUDUT PANDANG NEUROSAINS TERAPAN | silakan bisa diunduh disini
  6. Materi #6 Pendekatan Saintifik Dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam Sekitar | silakan bisa diunduh disini

Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Robbal 'Alamin!


Para penulis :
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Himpaudi.or.id



Read More...

| 0 comments ]

Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) telah berhasil menggelar beberapa Seminar yang berskala internasional.

Dari beberapa Seminar Internasional yang diselenggarakan Himpaudi tersebut kami sampaikan sekitar 2 (dua) Seminar yaitu Seminar Internasional "Stimulation of Early Childhood Education & Development (ECED)" yang gelar di Jakarta di penghujung tahun 2017, dan Seminar Internasional “Neuroscience as The Basis For Early Childhood” yang dilaksanakan di Bandung pada tanggal Juli 2015.

Seminar Internasional "Stimulation of Early Childhood Education & Development (ECED), diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka – Jakarta yang beralamat di Jalan Letnan Jendral R. Suprapto Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Selain Seminar, Himpaudi juga memberikan penghargaan pada acara Apresiasi Kompetensi Pendidik Paud “Aku Minum Air, Aku Sehat”. Penghargaan diberikan atas kerja keras Bunda PAUD Provinsi Lampung sehingga pendidikan anak usia dini Provinsi Lampung mengalami kemajuan yang pesat.

Tema yang diangkat pada kegiatan tersebut adalah “Aku Minum Air Aku Sehat” dan juga Seminar Internasional dengan mengambil tema “Stimulation In Early Childrood Education And Development To Understand The Importance Drinking Water For Health and Intelligance”.


Ketua Umum PP Himpaudi, Netti Herawati mengucapkan terimakasih kepada seluruh Himpaudi yang berasal dari seluruh Indonesia. Pihaknya sangat bangga karena, selama ini telah punya tenaga-tenaga pendidik yang luar biasa. Mereka telah memberikan pengajaran kepada anak-anak dengan penuh kesabaran, penuh karakter, sehingga bisa melahirkan genarasi yang kuat.

Netti Herawati juga berharap, dari kegiatan ini para pendidik dapat membangun pemebelajaran yang baik benar utamanya dalam rangka minum air sehat dan menyehatkan. Diharapkan dengan pembelajaran dan pendidikan karakter yang baik kepada anak-anak usia dini, utamanya dalam minum air, akan membuat mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan kuat.

Berikut kami sampaikan juga Materi Seminar Internasional Himpaudi yang bertema "Stimulation of Early Childhood Education & Development (ECED)" tersebut. Silakan Anda bisa mengunduhnya pada list Materi Seminar berikut ini :

  1. Materi #1 Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si | silakan bisa diunduh disini
  2. Materi #2 Carol Lesley M.Ed B.Sc (Hons), Mont.Dip | silakan bisa diunduh disini
  3. Materi #3 Marilou Hyson, PhD & Ellen Patricia, MA(Counseling), CLC, CMC | silakan bisa diunduh disini
  4. Materi #4 Prof. Dr. Hardinsyah, MS | silakan bisa diunduh disini
  5. Materi #5 Shareen M. Ratnani, M.Ed, B.Ed (Early Childhood Studies), Montessori Diploma, Parent Coach (RBC) | silakan bisa diunduh disini


Selanjutnya Seminar yang kedua adalah Seminar Internasional Neuroscience as the basis for Early Childhood Education and Development ini diselanggarakan di Gedung Achmad Sanusi UPI Bandung pada Kamis tanggal 30 Juli 2015. Seminar tersebut dihadiri oleh ribuah guru PAUD dari berbagai daerah, termasuk dari Singapura, Vietnam dan negara lainnya. Tak ketinggalan tentunya PC HIMPAUDI KECAMATAN KADUDAMPIT Kab. Sukabumi Jawa Barat pun mengirimkan utusannya dalam kegiatan tersebut.


Seminar Internasional tersebut menghadirkan narasumber dari Kanada Prof. Adele Diamond, Ph.D ahli neurosains dari University of British Columbia, didampingi oleh Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D. dan Fery Farhati Baswedan, S.Psi., MS. seminar ini akan mengulas Perkembangan Terbaru Neurosains sebagai Dasar Pendidikan dan Perkembangan Anak Usia Dini.

Seminar dengan tema "Neuroscience as the Basis for Early Childhood Education and Development" dari Neurosains untuk Pendidikan Anak Usia Dini dilaksanakan sehari penuh pada hari Kamis 30 Juli 2015 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Seminar disambung workshop oleh Dr. Pukovisa, Dr. Johny, drg. Anne Gracia, dkk dari Ikatan Neurosains Terapan Indonesia.

Kedua Seminar Internasional tersebut berjalan sukses berkat Rahmat Allah SWT. dan karena kerjasama yang baik antara Himpaudi, Pemerintah, Para Guru di lingkungan Himpaudi, dan masyarakat pendidikan pada umumnya. Semoga bermanfaat, Amin Ya Allah Ya Robbal 'Alamin!


Para penulis :
- Drs. Asep Rusmana D, S.H. (Konsultan Pendidikan)
- Ibu Eha, S.Pd. (Guru Paud Tunas Bangsa)

Sumber-sumber :
- Kemdikbud.go.id
- Himpaudi.or.id
- Blog Himpaudi Jabar
- Blog Himpaudi Kadudampit
- Harian Pilar


Read More...